Rabu, 23 Oktober 2013

Racun Sianida

Sianida (Cyanide)



















Salah satu jenis alat pembunuhan terpopuler adalah Racun. Menjadi favoritnya racun menjadi alat pembunuhan disebabkan oleh mudah diperolehnya racun tersebut karena diantaranya dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu dunia detective memerlukan pengetahuan tentang racun.  Penulis kali ini akan membahas mengenai salah satu racun terkuat didunia yaitu Sianida.

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− sangat beracun.

Racun sianida secara alami terdapat pada buah apel, aprikot, dll. Pada buah apel, racun ini terkandung dalam bijinya. Namun butuh puluhan biji apel untuk dosis yang dapat membunuh manusia. Oleh karena itu tidak perlu khawatir dalam mengkonsumsi apel. Racun sianida pada tanaman biasanya lebih kuat dan  sebagai suatu perlindungan diri  dari para herbivora. Sianida juga digunakan umtuk bidang pertambangan yaitu dalam mengekstraksi emas dan perak. Tentunya akan mengancam keselamatan para penambang jika ada kebocoran gas. Bayangkan saja kekuatan racun ini yang dapat mengektrasi emas dan perak jika digunakan pada tubuh manusia.

Sianida merupakan salah satu racun yang sangat mematikan, karena zat ini mengacaukan sel dalam menerima oksigen didalam tubuh. Racun sianida ini dapat berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida. Dalam novel agatha christie ada juga penjelasan mengenai racun ini.

Secara Ilmiah, racun sianida dapat memasuki tubuh kita melalui sistem pernapasan (terutama paru-paru), Pencernaan sehingga didistribusikan ke seluruh bagian tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh bisa menghambat kinerja sel dalam tubuh, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.

Racun sianida dalam kasus pembunuhan biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik. Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembak kepalanya.

Sebagai detective, cara untuk mengenali racun ini dengan menggunakan indera penciuman dimana racun sianida memiliki bau seperti khas almond dan apel.

Sekian,
Thanks for the attention.


http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanide
http://deny9.staff.ipb.ac.id/artikelku/racun
silent-detective.blogspot.com 
 Tanggal: 23 oktober 2013
waktu : 10:45 WIB

Jenis Luka

Jenis Luka (Vulnus)


Luka adalah rusak atau hilangnya sebagian jaringan tubuh. Luka disini akan dibagi menurut dengan penyebabnya. Jenis luka perlu diketahui untuk mengetahui penyebab dan cara penyembuhannya. Dunia detective membutuhkan informasi ini untuk mengungkapkan penyebab dari luka tersebut.


Jenis Luka secara umum dapat diklasifikasi sebagai berikut.
1.Vulnus Laceratum (Laserasi/Robek)
Jenis luka ini disebabkan oleh karena benturan dengan benda tumpul, dengan ciri luka tepi luka tidak rata dan perdarahan sedikit luka dan meningkatkan resiko infeksi.
2.Vulnus Excoriasi (Luka Lecet)
Penyebab luka karena kecelakaan atau jatuh yang menyebabkan lecet pada permukaan kulit merupakan luka terbuka tetapi yang terkena hanya daerah kulit.
3.Vulnus Punctum (Luka Tusuk)
Penyebab adalah benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit, merupakan luka terbuka dari luar tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat, jika yang mengenai abdomen/thorax disebut vulnus penetrosum(luka tembus).
4.Vulnus Contussum (Luka Kontusio)
Penyebab: benturan benda yang keras. Luka ini merupakan luka tertutup, akibat dari kerusakan pada soft tissue dan ruptur pada pembuluh darah menyebabkan nyeri dan berdarah (hematoma) bila kecil maka akan diserap oleh jaringan di sekitarya jika organ dalam terbentur dapat menyebabkan akibat yang serius.
5.Vulnus Scissum/Insivum (Luka Sayat)
Penyebab dari luka jenis ini adalah sayatan benda tajam atau jarum merupakan luka terbuka akibat dari terapi untuk dilakukan tindakan invasif, tepi luka tajam dan licin.
6.Vulnus Schlopetorum (Lika Tembak)
Penyebabnya adalah tembakan, granat. Pada pinggiran luka tampak kehitam-hitaman, bisa tidak teratur kadang ditemukan corpus alienum.
7.Vulnus Morsum (Luka Gigitan)
Penyebab adalah gigitan binatang atau manusia, kemungkinan infeksi besar bentuk luka tergantung dari bentuk gigi.
8.Vulnus Perforatum (Luka Tembus)
Luka jenis ini merupakan luka tembus atau luka jebol. Penyebab oleh karena panah, tombak atau proses infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan.
9.Vulnus Amputatum (Luka Terpotong)
Luka potong, pancung dengan penyebab benda tajam ukuran besar/berat, gergaji. Luka membentuk lingkaran sesuai dengan organ yang dipotong. Perdarahan hebat, resiko infeksi tinggi, terdapat gejala pathom limb.
10.Vulnus Combustion (Luka Bakar)
Penyebab oleh karena thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia Jaringan kulit rusak dengan berbagai derajat mulai dari lepuh (bula – carbonisasi/hangus). Sensasi nyeri dan atau anesthesia. 
Thanks for the attention.

sumber: silent-detetcive.blogspot.com
waktu : 10: 42 WIB
tanggal: 23 oktober 2013

Grafologi

Grafologi, Cara Sederhana Membaca Sifat Orang Lain



  



Membaca sifat orang lain sangat diperlukan bagi setiap orang, terutama untuk dunia detective. Manusia pastinya akan berinteraksi satu sama lain. Untuk itu, membaca sifat orang lain pastinya akan berguna baik dalam hubungan sosialisasi maupun untuk memecahkan suatu permasalahan.

Untuk lebih jelas mengenai hal ini, saya uraikan dulu apa itu grafologi.

Grafologi adalah seni membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangan. lebih lengkapnya Grafologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penganalisaan tulisan tangan yang berhubungan dengan psikologi manusia. Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologis menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.” Saat kita menulis, secara tidak disadari, gerakan tangan kita itu dipengaruhi oleh proses-proses psikis (kejiwaan) yang ada dalam diri kita. Oleh karenanya, logis bila tulisan dapat mencerminkan kepribadian seseorang, kondisi psikis kita seolah keluar dan terekam dalam coretan-coretan tulisan. Karena sifatnya yang demikian, maka tak mustahil jika keadaannya dibalik; tulisan tangan bisa dimanipulasi untuk merubah psikis. Tentu saja, titik beratnya ada pada sejauh mana kita berlatih dalam merubah tulisan tersebut. Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, artinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena bisa dibuktikan secara nyata berdasarkan penelitian dan uji statistik. Oleh karena itu, kita bisa mengetahui karakteristik seseorang hanya dengan melihat tulisan tangannya.


Dibawah ini adalah sebagian kecil dari grafologi

Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak = boros, suka bicara
Berjarak rapat = organisator yang baik

6. Letak palang (-) pada kail ‘t’
Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.

Rendah = kurang percaya diri atau pemalas
Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya
Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

9. Sedikit tentang huruf “O”
Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.


Sekian,
Thanks for the attention

sumber: silent-detective.blogspot.com
Tanggal: 23 Oktober 2013
Waktu: 10: 35 WIB

Metode Observasi (Metode Observasi)

Metode Observasi (Observation)

Sebelum melakukan Metode deduksi, seorang detective handal sebaiknya melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang ada di lokasi kejadian baik tentang objek benda tertentu maupun perilaku dari suatu makhluk hidup. Selain untuk mengumpulkan data, observasi juga membantu para detective untuk memahami langsung hal-hal yang mungkin tidak dapat diperoleh oleh Pengumpulan data biasa. Dengan Metode Observasi, para detective akan mampu memaksimalkan ke-5 inderanya meliputi Penglihatan, Pendengaran, Pengecap, Perasa dan Penciuman sehingga dapat membantu dalam memecahkan sebuah misteri. Observasi juga tergantung kemampuan dari pemakainya.

Secara umum, Observasi yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Banyaknya periode observasi yang perlu dilakukan dan panjangnya waktu pada setiap periode observasi tergantung kepada jenis data yang dikumpulkan. Apabila observasi itu akan dilakukan pada sejumlah orang, dan hasil observasi itu akan digunakan untuk mengadakan perbandingan antar orang-orang tersebut, maka hendaknya observasi terhadap masing-masing orang dilakukan dalam situasi yang relatif sama. 
Sebelum observasi itu dilaksnanakan, pengobservasi (observer) hendaknya telah menetapkan terlebih dahulu aspek-aspek apayang akan diobservasi dari tingkah laku seseorang. Aspek-aspek tersebut hendaknya telah dirumuskan secara operasional, sehingga tingkah laku yang akan dicatat nanti dalam observasi hanyalah apa-apa yang telah dirumuskan tersebut.

Observasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut.

a. Berdasarkan situasi yang diobservasi
  • Observasi terhadap situasi bebas (free situasion), observasi yang dilakukan terhadap situasi yang terjadi secara wajar, tanpa adanya campur tangan dari pengobservasi. Misalnya observasi yang dilakukan terhadap siswa-siswa yang sedang bermain secara bebas. 
  • Observasi terhadap situasi yang dimanipulasikan (manipulated situasion), yaitu situasi yang telah dirancang oleh pengobservasi dengan menambahkan satu atau lebih variabel. Misalnya seorang pengobservasi ingin mengetahui sifat kepemimpinan sekelompok siswa. 
  • Observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled), jenis observasi ini adalah merupakan kombinasi dari kedua jenis observasi situasi bebas dan situasi yang dimanipulasikan.

b. Berdasarkan keterlibatan pengobservasi
  • Observasi partisipasi, yaitu apabila pengobservasi ikut terlibat dalam kegiatan subyek yang sedang diobservasi. Misalnya seorang guru bidang studi yang ingin mengetahui bagaimana antosias siswa-siswanya terhadap pelajaran yang diberikan. 
  • Observasi non partisipasi, dalam observasi ini pengobservasi tidak ikut terlibat dalam kegiatan yang diobservasi. Misalnya seorang petugas bimbingan ingin mengetahui bagaimana antosias siswa terhadap bimbingan karir. 
  • Observasi quasi partisipasi, dalam jenis ini sebagian waktu dalam satu periode observasi pengobservasi ikut melibatkan diri dalam kegiatan yang diobservasi, dan sebagian waktu lainnya ia terlepas dari kegiatan tersebut. Misalnya kita ingin mengetahui bagaimana aktifitas siswa dalam melaksanakan suatu tugas kelompok.

c. Berdasarkan pencatatan hasil-hasil observasi
  • Observasi berstruktur, aspek-aspek tingkah laku yang akan diobservasi telah dimuat dalam suatu daftar yang telah disusun secara sistematis. Bentuk catatan yang sistematis yaitu : *daftar chek (chek list), adalah suatu daftar yang memuat catatan tentang sejumlah tingkah laku yang akan diobservasi. * skala bertingkat (rating scale), adalah gejala-gejala yang akan diobservasi itu didalam tingkatan-tingkatan yang telah ditentukan. Kelemahan dari observasi berstruktur ini adalah bahwa pengobservasi sangat terikat dengan daftar yang telah tersusun sehingga ia tidak mungkin mengembangkan observasinya dengan aspek-aspek lain yang kebetulan terjadi selama observasi berlangsung. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat ditemouh dengan cara kombinasi, yaitu menggunakan suatu daftar yang terperinci tentang tingkah laku yang diobservasi, yang dilengkapi dengan blanko untuk mencatat tingkah laku tertentu yang muncul, yang belum terekam dalam daftar. 
  • Observasi tak berstruktur, dalam melaksanakan observasi ini pengobservasi tidak menyediakan daftar terlebih dahulu tentang aspek-aspek yang akan diobservasi. Dalam hal ini pengobservasi mencatat semua tingkah laku yang dianggap penting dalam suatu periode observasi. 

Hasil-hasil observasi ini dicatat dalam bentuk catatan yang bersifat anekdot (anecdotal record), yaitu suatu catatan (record) tentang tingkah laku siswa dalam suatu situasi tertentu. Catatan yang bersifat anekdot tersebut harus ditulis apa adanya, tanpa interpretasi. Setelah terkumpul beberapa catatan dari beberapa periode observasi, maka buatlah suatu ihtisar tentang catatan-catatan tersebut, kemudian diadakan interpretasi tentang tingkah laku siswa tersebut. Contoh catatan yang bersifat anekdot (anecdotal record) tentang seorang siswa sebagai berikut : 
  • 12-8-1990 : sebelum bel berbunyi ketika anak-anak sedang bercakap-cakap dalam kelompok-kelompok kecil, B tinggal seorang diri. 
  • 17-8-1990 : B tidak ikut ambil bagian dalam diskusi yang diadakan oleh teman-temannya tentang apa yang akan dilihat di moseum. 
  • 23-8-1990 : B membuat karangan tentang kunjungan ke moseum, tapi kemudian ia merobek tulisannya dan melemparkannya ke keranjang sampah. Dan sebagainya. Ada beberapa kelemahan dalam penggunaan observasi dan anecdotal record, yaitu sebagai berikut: 
  • Karena adanya tugas-tugas lain sering guru-guru tidak mempunyai kesempatan untuk menuliskan hasil-hasil observasi yang telah dilakukan. 
  • Pencatatan hasil-hasil observasi dan penafsiran terhadap catatan-catatan observasi tersebut seringkali sangat subyektif. 
  
Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Observasi dalam Pengumpulan Data

a.    Kelebihan observasi

Kelebihan dari observasi, antara lain:
1.    Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
2.    Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi) langsung.

b.    Kelemahan observasi
Kelemahan dari observasi, antara lain:
1.    Memerlukan waktu yang relatif lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian, misalnya adat penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut.
2.    Pengamat biasanya tidak dapat melakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama, contohnya kita ingin mengamati fenomena perubahan suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern akan sulit atau tidak mungkin dilakukan.
3.    Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati, misalnya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti kita ingin mengetahui perilaku anak saat orang tua sedang bertengkar, kita tidak mungkin melakukan pengamatan langsung terhadap konflik keluarga tersebut karena kurang jelas.
  
Langkah-langkah dalam Melakukan Observasi

Langkah-langkah dalam melakukan observasi adalah sebagai berikut.

a. Harus diketahui di mana observasi itu dapat dilakukan.
b. Harus ditentukan dengan pasti siapa saja yang akan diobservasi.
c. Harus diketahui dengan jelas data-data apa saja yang diperlukan.
d. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar.
e. Harus diketahui tentang cara mencatat hasi! observasi, seperti telah menyediakan buku catatan, kamera, tape recorder, dan alat-alat tulis lainnya.

Beberapa Hal yang Menjadi Bahan Pengamatan

Hal-hal yang biasanya menjadi pengamatan seorang peneliti yang menggunakan metode pengamatan adalah sebagai berikut.

a.    Pelaku atau partisipan
, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam masyarakat atau budaya tempat kegiatan tersebut, kegiatan menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, serta akibat dari kegiatan tersebut.
b.    Tujuan
, menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa yang diamati.
c.    Perasaan
, menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan, baik itu dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh.
d.    Ruang atau tempat
, menyangkut lokasi dari peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
e.    Waktu
, menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
f.   Benda atau alat
, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat yang dipakai pada saat kegiatan berlangsung.
g.  Peristiwa
, menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati.

Sekian,
Thanks for the Attention.

Referensi :
http://astrophysicsblogs.blogspot.com/2013/04/manfaat-metode-observasi-dalam-sains.html
silent-detective.blogspot.com
Tanggal: 24 Oktober 2013
waktu 10: 27 WIB

Metode Deduksi

Metode Deduksi ( Deduction)

Siapapun yang mengenal Sherlock Holmes, pastinya tidak asing lagi dengan yang namanya metode Deduksi. Metode ini sering digunakan holmes dalam memecahkan kasus-kasusnya. Sebenarnya teori ini sering digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari baik secara sadar maupun tidak. Kemampuan pengguna teori ini tergantung pemahaman seseorang akan suatu hal berdasarkan ilmu atau wawasan yang dimilikinya. Misalnya seorang Koki Professional dapat mengetahui bahan-bahan dalam suatu masakan hanya dengan mencicipinya sedikit. Hal itu termasuk deduksi walaupun mereka tidak menyadarinya. Hal ini secara alamiah menjadikan deduksi menjadi bagian dari cara pikir manusia.
Secara umum, Metode deduksi yaitu penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum atau penemuan yang khusus dari yang umum. Metode deduksi akan membuktikan suatu kebenaran baru berasal dari kebenaran-kebenaran yang sudah ada dan diketahui sebelumnya (berkesinambungan ). Metode deduksi umumnya dipakai pada bidang matematika untuk membuat turunan-turunan rumus yang lebih simpel.Dalam karangan penerapan penalaran deduktif ini tampak pada pernyataan umum yang dituangkan dalam kalimat utama yang kemudian menuju pada beberapa kalimat penjelas.
 Deduksi dapat diuraikan sebagai berikut.

 1. Silogisme Kategorial
Silogisme Katagorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Contoh :
My : Semua mahluk hidup membutuhkan udara.
Mn : Hewan adalah mahluk hidup .
K : Hewan membutuhkan udara.

2. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
My : Ular berada di dalam kandang atau di luar kandang.
Mn : Ular berada di luar kandang.
K : Jadi, ular tidak berada di dalam kandang.

3. Silogisme Hipotesa
Silogisme hipotesis yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : jika tidak ada uang, manusia sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mn : Uang tidak ada.
K : Jadi, manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  
4. Entimen
Entimen adalah silogisme yang di pendekkan.
Contoh :
Semua perempuan akan melahirkan. Helliana adalah perempuan. Helliana pasti akan melahirkan.

5. Rantai Deduksi
Seringkali penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang-orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk-bentuk yang informal.
Yang penting dalam mata rantai deduksi ini, penulis harus mengetahui norma dasar, sehingga bila argumennya mendapat tantangan atau bila ia sendiri ragu-ragu terhadap argumen orang lain, ia dapat menguji argumen ini untuk menemukan kesalahannya dan kemudian dapat memperbaikinya, baik kesalahan itu terjadi karena induksi yang salah, entah karena premis atau konklusi-konklusi deduksi yang salah.
Contoh:
Semua mahluk hidup berkembang biak.
Manusia adalah mahluk hidup.
Jadi, manusia berkembang biak.
Hewan juga berkembang biak.

Pembuktian Teori Deduksi juga dapat menggunakan beberapa aturan logika formal adalah sebagai berikut :

























Sherlock holmes memaksimalkan teori deduksinya dengan melakukan Obsevasi (Observation) terlebih dahulu untuk mencari fakta yang ada di lokasi kejadian. Setelah menemukan hal-hal yang penting, disinilah Metode deduksi bekerja untuk menyimpulkan hal tersebut menjadi informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan misteri tersebut.
Sekian,
Thanks for the Attention.

Sumber: silent-detective.blogspot.com
tanggal: 24 oktober 2013
waktu: 10:15 WIB

Rabu, 09 Oktober 2013

Fakta Sherlock Holmes


Fakta Sherlock Holmes

Fakta Tentang Sherlock Holmes - Sherlock Holmes adalah salah satu tokoh detektif terkenal pada waktu itu. Kehebatannya dalam menyelidiki kasus-kasus membuat nama Sherlock Holmes menjadi melambung tinggi. Terdapat beberapa sisi unik dari kehidupan Sherlock Holmes. Ini dia Fakta Tentang Sherlock Holmes :

1. Pengguna narkotika
Photobucket
Ketika tidak mendapatkan kasus ataupun kasus yang menarik yang terjadi di masyarakat, Holmes merasa bosan dan stres, sehingga untuk pelariannya, Holmes biasa menggunakan narkoba. Narkoba yang paling sering digunakan adalah kokain atau morfin.

2. Hanya ada satu wanita di hati Sherlock Holmes
Photobucket
Tidak ada satu hal pun dalam diri setiap wanita yang dapat mebuat Holmes tertarik. Hanya Irene Adler lah yang dapat membuat Holmes jatuh hati. Itu pun karena kelihaiannya yang membuat Holmes terjebak sewaktu menangani kasus skandal bohemian

3. Lupa makan selama mengerjakan kasus

Sewaktu mengerjakan kasus, Sherlock Holmes tidak sarapan dan baru makan ketika waktu malam harinya ketika sampai ke rumahnya di Baker street. Dia selalu terlalu semangat sampai lupa mengisi perutnya terutama ketika menangani kasus yang sulit.

4. Mempunyai kakak laki-laki
Photobucket
Kakak sherlock Holmes adalah Mycroft Holmes. Ciri fisiknya adalah sangat gendut dan susah bergerak. Ada hal yang menarik dari diri Mycroft, Mycroft digambarkan memiliki kemampuan yang jauh di atas Sherlock. Tetapi karena gendut, maka dia susah bergerak dan hanya berkerja di belakang layar. Mycroft berkerja untuk dinas inteligen Inggris.

5. Jago menyamar
Holmes dalam beberapa aksi di novelnya jago menyamar, seperti menjadi joki kuda, pengemis maupun dapat menjadi pria tua yang bungkuk. Penyamaran Holmes sangat hebat sampai Watson pun tidak dapat mengenalinya.

6. Low profile

Holmes ketika menyelesaikan kasus, dia tidak ingin namanya diangkat ke permukaan, Sherlock sangat membenci publisitas, sehingga Inspektur yang menangani berkas kasus tersebutlah yang selalu dianggap pahlawan. Inspektur yang paling sering diangkat dalam kasus sherlock Holmes adalah Inspektur Lestrade.

7. Ahli dalam pertarungan jarak dekat

Photobucket
Sherlock semestinya sudah menjadi petinju profesional yang sangat handal, tetapi akhirnya dia meninggalkan tinju dan berkecimpung di dunia detektif. Diceritakan di dalam novel oleh bodyguard musuhnya yang merupakan petinju profesional nomor satu di London yang dihajar babak belur oleh Sherlock.

8. Mempunyai bawahan detektif cilik

Mereka bukan agen–agen detektif yang pintar dalam deduksi ataupun menyamar. Agen–agennya adalah sekumpulan anak–anak jalanan di Baker street. Sherlock sangat menyukai anak–anak jalanan ini sebagai informannya karena pergerakan anak–anak ini tidak dcurigai oleh lawan–lawan Holmes. Biasanya setelah mendapat informasi, Holmes akan memberikan anak-anak tersebut uang sebagai imbalan

9. Mempunyai partner sejati, yaitu Dokter Watson
Photobucket
Watson adalah pensiunan dokter di Afganistan, dia bertemu Sherlock ketika ingin mencari teman berbagi kamar kos. Sewaktu habis menyelesaikan kasus The Sign of Four, Sherlock sangat sedih karena Watson memutuskan untuk pindah dari apartmentnya karena ingin menikahi kliennya waktu itu, yaitu Mary Morstan.

10. Gaya menulis watson yang selalu dikritiknya
Dalam novel Sherlock Holmes, semua bukunya menceritakan tentang kasus–kasus yang sudah boleh dipublikasikan ke masyarakat dan ditulis oleh Watson. Watson selalu mencatat kasus-kasus Sherlock Holmes ke dalam file kasusnya. Karena ingin menarik minat masyarakat, maka Watson menulisnya seperti cerita biasa yang bukan menonjolkan hal–hal ilmiahnya, dan karena faktor inilah Sherlock selalu mengkritik gaya penulisan Watson.